Hidupkatolik.com
home / renungan

Sahabat Allah: Renungan Jumat, 11 Mei 2012

Kamis, 10 Mei 2012 18:41 WIB
Yesus-bersabda-di-atas-bukit.jpg
Pekan Paskah V; Kis 15:22-31; Mzm 57; Yoh 15:12-17

HIDUPKATOLIK.com - Ketika kekuasaan menjadi obsesi banyak orang, relasi di antara sesama ditandai oleh penindasan dan eksploitasi. Di dalam situasi ini, pembaruan relasi dari “tuan dan hamba” menjadi “sahabat” sungguh membebaskan. Ada tiga ciri atau sikap persahabatan yang disebutkan oleh Yesus: saling terbuka, mengharapkan hal-hal yang baik bagi sahabatnya, dan memberikan nyawa. “Memberikan nyawa” merupakan tanda kasih seorang sahabat. Ciri ini juga menandakan bahwa relasi persahabatan yang ditawarkan Yesus ini bersumber dari cinta Allah, cinta yang memberi hidup, a life-giving love.

Mungkin Yesus bermaksud menjadikan relasi persahabatan sebagai fondasi atau dasar pewartaan Injil. Artinya, para murid bukan alat pewartaan, melainkan pribadi-pribadi yang mengalami cinta Allah melalui Yesus Kristus. Isi pewartaan mereka bukan dogma-dogma dan aturan-aturan, melainkan pengalaman bersahabat dengan Yesus Kristus, pengalaman dicintai oleh Allah. Karena itu, pewartaan mereka menjadi hidup, dinamis, dan berkembang. Barangkali juga Yesus bermaksud mempersiapkan para murid untuk menghadapi ancaman maut di dalam pewartaan. Orang-orang yang menolak pewartaan mereka bisa saja membunuh mereka. Dan, ini memang terjadi. Di dalam situasi itu, para murid akan tetap bersukacita sebab kematian adalah jalan kasih dan kesetiaan kepada Sahabat mereka, Yesus Kristus. Bagaimana dengan kita? Apa maknanya bagi kita ungkapan-ungkapan “Yesus Sahabatku” atau “Aku sahabat Yesus”?

Yap Fu Lan


Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site