Hidupkatolik.com
home / konsultasi iman

Al Quran, Injil, dan Taurat

Rabu, 25 Juli 2012 15:26 WIB
kiman-bible-hidup-katolik.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Seorang sahabat yang beragama Islam mengatakan bahwa kehadiran Al Quran telah membatalkan semua yang dikatakan dalam Injil dan juga Kitab Taurat. Benarkah demikian? Bagaimana saya harus menjelaskan kepada sahabat saya itu?

Dwi Soehandoko, Malang

Pertama, jika sahabat Anda berpendapat bahwa Al Quran telah membatalkan Kitab Taurat dan Injil, maka akan sulit untuk menjelaskan kepadanya berdasarkan apa yang dikatakan oleh Injil atau Kitab Taurat. Paling mudah bila kita menjawabnya dengan menunjukkan apa yang dikatakan Al Quran sendiri tentang Injil dan Kitab Taurat. Karena itu, mari kita melihat apa yang dikatakan oleh Al Quran tentang Injil dan Kitab Taurat.

Kedua,
dalam Surat Hidangan 46 dikatakan, ”Dan Kami telah iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa, Putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil di dalamnya (berisi) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) dan membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Kitab Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orangorang yang bertaqwa.”

Juga dari Surat Hidangan 47: ”Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil menghukum dengan apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik.”

Kedua kutipan di atas menunjukkan bahwa Kitab Injil tetap harus dilaksanakan, dan tidak dibatalkan. Yang dirujuk bukanlah Al Quran, tetapi Kitab Injil.

Ketiga, demikian juga Kitab Taurat tidak dibatalkan, tetapi berlaku dan harus dilaksanakan. Buktinya ialah Surat Hidangan 43: ”Bagaimanakah mereka dapat menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim mereka padahal di sisi mereka ada Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu. Dan mereka itu bukanlah orang-orang mukmin.”

Surat Yunus 94 menegaskan hal yang sama: ”Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum engkau.”

Pesan yang sama diulangi dalam Surat Lebah 43: ”Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau melainkan laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kamu kepada mereka yang berilmu (tentang nabi dan kitab), jika kamu tidak mengerti.”

Yang dimaksud di sini ialah orang-orang Kristiani dan orang-orang Yahudi, yang sudah menerima Kitab Taurat dan Kitab Injil sebelum Muhammad menerima Al Quran. Sekali lagi hal ini meneguhkan bahwa Kitab Taurat dan Kitab Injil tidak dibatalkan, bahkan Muhammad diminta untuk belajar dari orang Yahudi dan orang Kristiani (”orang-orang yang membaca kitab sebelum engkau”).

Keempat, Al Quran tidak berbicara tentang pembatalan tetapi tentang peneguhan atau pembenaran kitab-kitab sebelumnya. Beberapa kutipan tersebut membuktikan hal ini. Surat Musyawarah 13: ”Allah telah mensyariatkan (memerintahkan) agama sebagaimana telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan yang Kami wahyukan kepadamu dan yang Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa (yaitu) ’Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecahbelah padanya’.” Surat Perempuan-perempuan 26: ”Allah hendak menetapkan kepada kamu dan menunjukkan kepadamu jalan orang- orang yang dahulu dari kamu dan menerima taubatmu, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Pembenaran dan bukan pembatalan dikatakan dalam ayat-ayat Surat Sapi Betina 89: ”Dan setelah datang kepada mereka Kitab (Al Quran) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka.” Juga Surat Sapi Betina 101: ”Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan kitab yang ada pada mereka...” Kelima, jadi jelaslah bahwa Al Quran sendiri tidak membatalkan tetapi malah membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Malah, jika tidak mengerti, Muhammad dianjurkan untuk belajar dari orang-orang yang memiliki Kitab Taurat dan Kitab Injil. Semoga uraian di atas bisa membantu sahabat Anda mengerti apa yang sesungguhnya dikatakan oleh Al Quran.

Dr Petrus Maria Handoko CM


Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site