Hidupkatolik.com
home / aktual / nusantara

SURABAYA: Syukuran Beasiswa Cawan Getsemani PUKAT

Senin, 6 Agustus 2012 16:09 WIB
Program-Cawan-Getsemani-CG-ukat-Surabaya-682012.jpg
HIDUPKATOLIK.com - “Puji syukur saya ucapkan karena program beasiswa Cawan Getsemani Persekutuan Usahawan Katolik (PUKAT) Surabaya sudah mulai bergulir,” ungkap Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono dalam acara Brighter Future for Cawan Getsemani di Mango Terrace lantai 2 Jl Raya Margorejo Incah A-207, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 1/08/2012.

Cawan Getsemani (CG) adalah program beasiswa unggulan di Keuskupan Surabaya, didirikan pada September 2009. CG memiliki visi melahirkan pemimpin Katolik teladan di dalam setiap kelompok karya kehidupan sosial dan profesional dimanapun mereka berada. Sebagai misinya, CG memberi beasiswa bagi calon cendikiawan (cawan) unggulan/birokrat Katolik yang berjiwa pemimpin dan mampu memberi warna Katolik saat ia berkarya nantinya. Program ini adalah salah satu kegiatan sosial dari PUKAT Surabaya.

Syarat umum untuk menerima CG mengharuskan sipenerima memiliki IP 3,5 ke atas, tercatat sebagai umat Keuskupan Surabaya yang berkekurangan atau tidak mampu, aktif di gereja dan memiliki jiwa kepemimpinan, orangtuanya aktivis Katolik, bersedia menjadi umat Katolik teladan bagi masyarakat di lingkungannya dan bersedia mendukung dan menjadi donator untuk kelangsungan CG.

Lebih lanjut Mgr Sutikno mengatakan bahwa pada permulaannya ada keragu-raguan akan program beasiswa ini. Namun setelah berjalan empat tahun, program ini telah menampakkan hasil. Kini, program beasiswa Cawan Getsemani telah dapat membantu umat yang susah menyekolahkan anaknya.

Menurut Mgr Tikno, CG dapat melatih umat untuk memaknai hidup dan belajar berkorban bagi sesama melaui tindakan nyata dengan memberikan dananya untuk anak-anak yang membutuhkan. “Dengan berkorban, kita dapat mengikuti jejak Tuhan yang rela berkorban, bahkan sampai mati,” ujarnya.

Sebagai catatan terakhir dalam sambutannya, Mgr Tikno berharap supaya CG menurunkan standar syarat penerima beasiswa yang mengharuskan memiliki IP 3,5 dan   berharap banyak umat terdorong untuk bergabung membantu program ini. Selain itu, Mgr Tikno juga menyatakan keinginan Keuskupan Surabaya yang akan turut ambil bagian dalam pengadaan dana bagi program ini. Program ini tidak asal membiayai para penerima beasiswa tapi juga dapat mendidik karakter, mental, dan rohani anggota lewat berbagai kegiatan pendampingannya. “Kita harapkan semoga program ini terus bergulir,” tutup Mgr Tikno.

Pada tahun 2012 ini, program Cawan Getsemani masih menanggung biaya pendidikan 17 anggota dan telah meluluskan 10 anggotanya. Dari 10 anggota yang sudah lulus, lima diantaranya sudah bekerja dan sudah dapat menjadi donatur bagi CG. Dari 17 anggota yang masih ditanggung di antaranya masih kuliah di beberapa universitas di sekitar Surabaya dan dua anggota lain sedang kuliah S-2 di Taiwan dan S-3 di Inggris.

Dalam sambutannya, Ketua umum pengurus CG yang juga Ketua PUKAT Surabaya Ferry Jusuf mengucapkan terima kasih atas bantuan para donatur yang telah berkenan mendorong program ini. Dengan mengangkat kisah mukjizat penggandaan roti yang dilakukan Yesus, Ferry mengibaratkan bahwa upaya mengumpulkan dana dari para donatur ibarat usaha mengumpulkan potongan-potongan roti dan ikan yang tersisa dari kisah mukjizat tersebut. “Mungkin 100 ribu rupiah bagi seorang profesional bukan masalah, namun uang yang seperti potongan-potongan kecil itu dapat membiayai studi penerima CG,” ujarnya. Ferry berharap supaya para undangan yang hadir dan kepada semua umat Katolik berkenan menyumbangkan dana bagi tindak lanjut dan berjalannnya program CG.

Acara ini dihadiri sekitar 75 undangan dari anggota PUKAT Surabaya, para profesional, dan usahawan undangan yang lain. Pada malam itu, disampaikan juga laporan kegiatan, perkembangan penerima CG, biaya yang sudah dikeluarkan CG dan harapan masa depan CG. Juga dilakukan penyerahan sertifikat oleh Mgr Tikno kepada empat penerima CG yang sudah lulus dan penyerahan surat keputusan beasiswa dan pemakaian kaos kepada penerima CG baru bernama Stephanie Pereira, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Widya Mandala, Surabaya.

Sebagai penutup, para penerima CG menyanyikan dua lagu berjudul “Cawan Getsemani Beasiswa Unggulan PUKAT Surabaya,” dan “Aku Bangga Jadi Anak Cawan”. Kedua lagu ini diciptakan oleh anak-anak penerima CG.

A. Nendro Saputro




Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site