Hidupkatolik.com
home / eksponen

Prof Rhenald Kasali PhD: Pengajar dan Pelaku Manajemen Perubahan

Selasa, 14 Agustus 2012 11:31 WIB
eksponen-prof-renald-kasali-phd-hidup-katolik.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Waktu belum menunjukkan pukul delapan pagi. Ketua Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI), Prof Rhenald Kasali PhD (52) sudah duduk di ruang kerja.

Di atas meja, setumpuk proposal tesis dan disertasi dibacanya. “Sejak kecil, saya dididik disiplin, bangun pagi dan bekerja,” kata Guru Besar Ilmu Manajemen UI, yang pagi itu tampak segar, dan nada suaranya riang penuh semangat.

Bagi Rhenald Kasali, ungkapan bahwa keterbukaan dalam berpikir membuat seseorang lebih mudah menerima perubahan, tidak cukup. Menurutnya, perubahan tidak boleh menjadi sekadar wacana. Untuk menggulirkan perubahan, seorang pemimpin harus mampu mengajak orang lain melihat apa yang ia “lihat”, bergerak, dan menyelesaikannya.

Rumah Perubahan

Pada 2005, Rhenald Kasali meluncurkan buku bertajuk Change. Buku ini ingin menginspirasi kepada para pembaca, bahwa manusia harus memiliki harapan. Kunci manajemen perubahan adalah harapan. “Tak peduli berapa jauh jalan salah yang Anda jalani, putar arah sekarang juga,” demikian kalimat kunci manajemen perubahan yang dilontarkan Rhenald Kasali.

Pergaulan internasional membuat ia berkeyakinan bahwa perubahan di negeri ini sudah sangat mendesak. Ia adalah mitra kerja Prof Michael Porter dari Universitas Harvard untuk mendorong perusahaan-perusahaan, daerah-daerah, dan pemerintah memperbaiki daya saing. Ia terlibat dalam memperbarui perusahan-perusahaan di Indonesia, bahkan menjadi komisaris independen pada dua perusahaan yang sudah memasuki tahap krisis, yakni PT Indofarma dan PT Dirgantara Indonesia. Baginya, kedua perusahaan itu hanya bisa selamat kalau dikelola dengan cara-cara baru.

Pada Program Doktoral Ilmu Manajemen UI yang dipercayakan kepadanya, ia juga melakukan transformasi: dari sebuah program yang terkesan tua dan menyeramkan menjadi program yang disegani, berkualitas, dan berenergi. Namanya di Indonesia dikenal oleh berbagai kalangan, karena kemampuannya berkomunikasi dengan jernih dan persuasif. Ia pernah menjadi bintang iklan sebuah produk nasional, mengasuh program talkshow bisnis di televisi, dan menjadi juri pemilihan Putri Indonesia.

Ia dan istrinya, Elisa, tidak berpuas diri dengan buku-buku dan karya-karya ilmiah yang mereka lahirkan. Sejak 2007, mereka mulai menggerakkan perubahan sosial secara nyata. Mereka berdua mendirikan Yayasan Rumah Perubahan yang terletak tidak jauh dari kediamannya di Jati Murni, Bekasi, Jawa Barat.

Di dalam mobilnya menuju Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rhenald Kasali lebih banyak bercerita tentang Rumah Perubahan dibanding tentang dirinya sendiri. Nada suaranya spontan. Rasa percaya diri sangat terasa dalam setiap kata-katanya.

Rumah Perubahan berdiri di atas tanah seluas lima hektar dan terletak di tengah-tengah perkampungan dengan alam yang asri, gemericik air sungai, kecipak ikan di kolam, padang rumput hijau, hutan mini, serta kawasan persawahan, meskipun berada di tengah kebisingan kendaraan.

Konsep Rumah Perubahan fokus pada pendidikan dan kedekatan pada alam. Konsep pendidikan ia tuangkan lewat training, rumah baca, PAUD, dan Taman Kanak-Kanak. Sementara konsep alam terlihat nyata pada area Rumah Perubahan yang didominasi pepohonan dan kolam ikan. “Saya dan istri menyenangi konsep alamiah. Kami memikirkan area dengan banyak resapan air dan ramah terhadap lingkungan,” kata pria yang pernah menjadi wartawan Kompas ini.

Selain itu, ada kantor, ruang kelas, ruang rapat, kafe, pendopo, kamar penginapan untuk 100 orang. Di halaman parkir yang luas, terlihat pemandangan unik, pengunjung bisa menjumpai biawak liar yang memang sudah ada di kawasan ini sejak lama. “Tempat ini sangat cocok untuk workshop, pelatihan, dan short course, tidak saja untuk orang dewasa tetapi juga anak-anak. Mereka bisa belajar tentang pemanfaatan sampah menjadi kompos, mengenal lingkungan, melihat kijang dan habitatnya, juga petualangan yang menantang dengan outbound,” katanya dengan nada promosi.

Sebagai Guru Besar FE UI, ia terpanggil untuk melakukan perubahan nyata dengan memperbarui kesejahteraan masyarakat dan membebaskan masyarakat, dunia usaha, serta negaranya dari belenggu yang mengikat kaki, tangan, dan pikiran mereka. Berbeda dengan dunia akademis yang serba teoretis dan paper based, ia menginginkan perubahan nyata yang konkret dan praktis. “Perubahan itu harus sederhana, mudah dijalankan dan direplikasi oleh siapa saja,” tegasnya.

Sebagai wadah pengabdian masyarakat, Rumah Perubahan dibangun dalam frame social entrepreneurship, sehingga aspek kewirausahaan, yaitu kemandirian, inovasi, berorientasi pada hasil dan tindakan nyata, serta mengedepankan proses dan etika, selalu mewarnai perubahan yang digagas dan dilakukannya. “Rumah Perubahan menjadi tempat bertemu dan digemblengnya para aktor perubahan,” demikian harapan Renald Kasali.

Jarang sekali ditemui guru dan manusia profesional multidimensi dengan pandangan segar seperti Rhenald Kasali. Namun, siapa sangka guru besar dan tokoh manajemen perubahan itu pernah tinggal kelas. “Saya pernah tidak naik kelas, waktu kelas lima ke kelas enam SD. Waktu itu saya malu sekali, takut, dan menyakiti hati ibu saya,” ungkapnya.

Berkat pengalaman itu, Renald Kasali terobsesi untuk maju. Lalu, ia bertekad untuk tidak mengulangi kesalahannya dengan belajar lebih giat. “Ternyata, anak yang tidak naik kelas belum tentu tidak pintar. Pada kelompok anak tertentu justru sebaliknya, ia sangat cerdas, kreatif, dan punya intelektual super dalam bidang tertentu namun sangat lemah dalam bidang lainnya,” jelasnya.

Rhenald Kasali sudah merasa cukup untuk dirinya. Tapi, ia mengaku belum cukup berbuat untuk negara dan almamaternya. “Saya berpikir, Indonesia dan UI harus bisa lebih baik lagi,” pungkasnya optimis.

Rhenald Kasali

TTL : Jakarta, 13 Agustus 1960
Istri : Elisa Kasali
Anak : Fin Yourdan Kasali dan Adam makalani Kasali

Pendidikan:
• S3 University of Illionis at Urbana, Champaign, AS
• S2 University of Illionis at Urbana, Champaign, AS
• S1 Fakultas Ekonomi UI

Pekerjaan:
• Guru Besar Ilmu Manajemen UI, 2009
• Penulis
• Pengusaha

Organisasi:
Pendiri Yayasan Rumah Perubahan

Penghargaan:
• Penghargaan “KREATIVITAS” di bidang Pendidikan dari Yayasan Pengembangan Kreativitas, 2005
• Piagam Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun dari Presiden RI, 2004
• Dosen Terbaik Fakultas Ekonomi UI, 2003

Buku:
• Change!, Gramedia Pustaka Utama, 2005
• Myelin: Mobilisasi intengibles sebagai kekuatan perubahan, Gramedia Pustaka Utama, 2010
• Cracking Zone, Gramedia Pustaka Utama, 2011

A. Benny Sabdo,
Pelapor: M. Bambang Suprapto




Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site