Hidupkatolik.com
home / renungan

Berpuasa: Renungan Senin, 21 Januari 2013

Sabtu, 19 Januari 2013 11:25 WIB
Rekonsiliasi-hal-berpuasa.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Pw Sta Agnes; Ibr 5:1-10; Mzm 110; Mrk 2:18-22

Realita: Para pertapa Mesir kuno berpuasa sebagai mati raga dan menjauhkan diri dari nafsu jahat.

Refleksi Biblis: Banyak orang bertanya, mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa? Reaksi Yesus: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Yesus mengibaratkan diri-Nya mempelai laki-laki dan murid-murid-Nya sahabat-sahabat mempelai. Pesta perkawinan lambang perayaan sukacita, sehingga sahabat-sahabat mempelai ikut bersukaria dan baru berpuasa setelah mempelai diambil. Yesus menjelaskan lebih lanjut lewat perumpamaan. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju tua. Sebab jika kain penambalnya menyusut, tertarik dan tercabiklah baju itu, sehingga makin besar koyaknya. Atau tidak seorang pun menyimpan anggur baru ke kantong kulit lama. Sebab anggur baru akan berfermentasi; menghasilkan tekanan yang makin lama makin kuat sehingga dapat menjebol kantong kulit tua yang tidak elastis. Anggur baru harus disimpan di kantong kulit baru, sehingga meskipun fermentasinya kuat, kantong kulit itu pun elastis dan tetap aman. Yesus datang dengan pengajaran-pengajaran baru, maka harus disambut dengan pikiran dan hati yang baru juga.

Rekonsiliasi: Tidak jarang kita menolak ide-ide baru yang kreatif dan inovatif karena tidak sesuai kebiasaan kita. Padahal perkembangan zaman menuntut pembaruan. Mengapa? Apa mau kita sekarang?

Surip Stanislaus OFMCap



Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site