Hidupkatolik.com
home / sajian utama

Pengikut Fransiskus

Minggu, 25 Oktober 2009 14:08 WIB
sajut-franciscan-tau-hidup-katolik.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Selain menjadi biarawan/ti yang hidup berdasarkan semangat St Fransiskus Assisi, siapapun bisa mengikuti cara hidupnya dengan tetap menjadi awam.

Di Indonesia, para awam pengikut St Fransiskus Assisi berhimpun dalam Ordo Ketiga Sekular (OFS).

Berani melepaskan segala kenikmatan duniawi, kemudian hidup dalam suasana kasih persaudaraan, dan tidak punya apa-apa, adalah cara hidup yang dilakukan St Fransiskus Assisi. Sama dengan jumlah murid Yesus, yang pertama mengikuti cara hidup seperti ini juga berjumlah 12 orang, di antaranya St Klara.

Bernardus, Egidius, dan Angelius adalah orang-orang kaya yang berani meninggalkan kekayaannya untuk menjadi pewarta Injil. Mereka membentuk kelompok Ordo Saudara Dina pada 1208. Kemudian, kelompok ini disebut Ordo Pertama yang bercabang menjadi tiga: Para Saudara Dina Konventual (OFMConv), Para Saudara Dina (OFM), dan Para Saudara Dina Kapusin (OFMCap).

Dalam buku “Riwayat Singkat St Fransiskus dari Assisi”, dijelaskan dengan singkat, Ordo OFM Konventual didirikan Fransiskus dan disahkan Paus Inocentius IIIIIIIII pada 1209. Tahun 1517, mereka menjadi keluarga tersendiri. Anggotanya tinggal di komunitas besar, melayani Gereja sambil melakukan tugas pastoral tertentu. Mereka tinggal di rumah-rumah (conventu) sekaligus sebagai pusat studi teologi.

Dewasa ini, Para Saudara Dina Konventual berkarya di bidang pastoral dan karya akademik di Perguruan Tinggi. Ordo ini masih setia menjaga gereja-gereja warisan ordo, misalnya Basilika St Fransiskus di Assisi (tempat Fransiskus dimakamkan), Basilika St Antonius di Padua, dan Gereja Salib Suci di Firenze. Maxmilianus Kolbe yang meninggal di Auschwitz (1941) merupakan salah satu Santo dari ordo ini.

OFM berdiri pada 1517. Tahun 1897, kelompok-kelompok kecil dalam ordo ini baru dapat dipersatukan oleh Paus Leo XIII . Ordo ini melahirkan tokoh-tokoh istimewa, seperti St Bernardinus dari Siena, St Johanes dari Capistrano, dan St Jakobus dari Marches, yang mengajak para Fransiskan berkhotbah kerakyatan dan membantu orang-orang miskin. Kelompok ini mengasuh beberapa tempat bersejarah milik Fransiskan di Assisi, yakni Basilika St Maria Para Malaikat dan Gereja San Damiano, dan beberapa tempat ziarah di Tanah Suci.

Sedangkan OFMCap merupakan cabang Ordo Pertama Fransiskan yang berdiri sendiri pada 1528. ‘Reformasi Kapusin’ merupakan corak hidup Fransiskan yang mereka cita-citakan sebagai corak hidup Fransiskan semula: doa, kontemplasi, dan pertobatan. Ordo ini dikenal sebagai tempat meminta nasihat, pengkhotbah segala usia, pewarta segala lapisan masyarakat, dan misionaris tangguh.

Ordo kedua adalah para suster Klaris. Mereka membantu para saudara dina Ordo Pertama yang berkeliling mewartakan Injil, melalui doa-doa. Adalagi Ordo ketiga, yakni para pengikut St Fransiskus Assisi, baik awam maupun biarawan/ti yang membentuk tarekat-tarekat keagamaan.

Tahun 1521, Paus Leo X memberikan Anggaran Dasar tersendiri kepada kelompok pengikut satu ordo atau tarekat kebiaraan Fransiskus. Sejak itulah, muncul cabang Ordo Ketiga Regular. Sekarang ini, jumlahnya mencapai sedikitnya 430 tarekat yang terikat oleh satu Anggaran Dasar yang sama, yang disahkan Paus Yohanes Paulus IIII pada 8 Desember 1982.

Pengikut Santo Fransiskus Assisi di Indonesia
Ordo Pertama
01. OFM, Pusat di Jakarta/Roma (1929)
02. OFM PAPUA, Pusat di Jayapura/Roma (1937)
03. OFM Kapusin, Pusat di Pematangsiantar/Roma
04. OFM Konventual, Pusat di Medan/Roma
Ordo Kedua
01. Klaris, Pacet (1934)
02. Klaris Kapusines, Singkawang 937)
03. Klaris Kapusines, Gunung Sitoli (1976)
04. Klaris Sikeben-Bandarbaru (1992)
Ordo Ketiga
Regular
01. K.SS Fransiskanes dari St Elisabet (FSES)
02. K.SS Fransiskanes Puteri hati Kudus Yesus dan Maria (FHJM)
03. K.SS St. Fransiskus St.Lusia (KSFL)
04. K.SS St. Fransiskus Sukabumi (SFS)
05. K.SS Fransiskus Dongen (SFD)
06. K.SS Fransiskus Sambas
07. K.SS Fransiskus Semarang (OSF)
08. K.SS Fransiskus Sibolga (OSF)
09. K.SS Fransiskus Charitas (Fch)
10. K.SS Dina Santo Yosep (DSY)
11. K.SS St. Fransiskus Pengabdi untuk Sesama Manusia (PSM)
12. K.SS St. Fransiskus Misionaris St. Antonius (SMFA)
13. K.SS Fransiskanes St George Martir (FSGM)
14. Kongregasi Bruder-bruder Maria Tak Bernoda (MTB)
Sekular
01. Regio Papua (4 Persaudaraan)
02. Regio Bajawa (4 Persaudaraan)
03. Regio Manggarai (5 Persaudaraan)
04. Regio Jawa bagian Tengah (5 Persaudaraan)
05. Regio Jawa bagian Barat (7 Persaudaraan)
06. Regio Medan dan Pematang Siantar (3 Persaudaraan)
07. Regio Sibolga (4 Persaudaraan)
08. Regio Nias (3 Persaudaraan)
09. Bakal Regio Pontianak (3 Persaudaraan)
10. Bakal Regio Lampung (4 Persaudaraan)

Anton Sumarjana



Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site