Hidupkatolik.com
home / konsultasi keluarga

Hubungan Intim Pasca Melahirkan

Rabu, 10 April 2013 11:55 WIB
kkel-sex-after-childbirth-hidup-katolik.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Pengasuh Yth, tiga bulan lalu, istri saya melahirkan anak pertama kami. Sejak usia kandungan delapan bulan hingga sekarang, ia kehilangan minat berhubungan intim. Hal ini kadang membuat kami cekcok. Mohon advis bagaimana solusinya.

Sgt, Semarang

Salam sejahtera Bapak Sgt. Kehilangan minat terhadap aktivitas seksual pada kaum ibu, terutama yang baru pertama kali melahirkan, sebenarnya wajar. Pada sebagian pasutri, hal ini kadang bisa memunculkan problem. Mengapa dorongan seksual bisa berkurang atau seakan padam? Ada beberapa kemungkinan, yakni perubahan hormonal, keletihan, kondisi organ reproduksi, dan kondisi psikologis.

Selama hari-hari permulaan mungkin sampai beberapa minggu setelah wanita melahirkan, terjadi ketidakseimbangan hormonal, sehingga wanita kurang/tidak dapat melakukan respons-respons secara fisik-seksual. Berlangsungnya masa menyusui juga berpengaruh pada perubahan hormonal tersebut. Kadang wanita tak bisa merasakan dorongan seksual ketika tubuh disibukkan dengan produksi air susu.

Seorang ibu yang baru melahirkan akan merasakan beratnya tanggung jawab. Misalnya, harus mempelajari keterampilan-keterampilan tertentu berkaitan dengan perawatan bayi, aktivitas merawat bayi pada malam hari dapat menimbulkan keletihan luar biasa. Keletihan yang dialami bisa menurunkan/menghilangkan dorongan seksual.

Pada banyak ibu sehabis melahirkan muncul rasa sakit atau ketidaknyamanan pada organ-organ reproduksinya. Terlalu awal melakukan hubungan seksual dapat menimbulkan perasaan sakit yang kemudian bisa berekses pada munculnya ketegangan lebih lanjut setiap kali akan berhubungan seksual.

Hal ini dapat berlangsung dalam hitungan minggu, atau bahkan bulan. Namun, setelah pulih, jahitan-jahitan pasca melahirkan tidak akan mematikan rasa ketika berhubungan intim. Kondisi ini bervariasi untuk tiap wanita.

Sebagai gambaran konkret, misalnya ketakutan akan kehamilan baru dalam waktu yang cepat. Kecemasan mengenai kemungkinan ini pada para ibu dapat menimbulkan ketegangan serta sikap tidak responsif dalam berhubungan intim. Ada sebagian ibu muda yang kemudian merasa bahwa dia telah menjadi ibu. Seks bukan lagi hal yang penting. Kondisi psikologis ini kerap insidental saja. Perasaan insidental seperti itu tidak identik dengan persepsi permanen bahwa seks sudah tidak sepenting dulu. Karena sejatinya naluri seksual senantiasa potensial kendati aktivitas seks sedang tidak aktif.

Kondisi psikologis lainnya adalah perasaan takut gagal. Jika saat sedang berhubungan intim kemudian terdengar tangis bayi, gairah seksual pun dapat turun. Jika kondisi ini kurang/tidak dipahami suami, istri bisa resah terhadap kegagalan dalam mencapai kepuasan dan juga untuk memuaskan pasangannya dalam hubungan seksual.

Kehadiran bayi pada sebagian suami kadang (secara tidak disadari) memunculkan perasaan “iri” atau “dinomorduakan”. Istri seakan tidak memiliki waktu lagi untuk memperhatikan suaminya, karena perhatiannya tersedot untuk merawat bayi. Itulah beberapa kondisi yang dapat “menurunkan” minat berhubungan intim pasca melahirkan. Dalam hal ini tak hanya istri, tapi (terutama) suami harus menyadari bahwa semua itu merupakan hal alamiah yang harus diterima. Kondisi tersebut relatif tidak akan berlangsung lama. Suami diharapkan bersikap sabar, memahami kondisi istri yang baru saja terkuras energi fisik dan psikisnya, melahirkan sang buah hati. Bila ada ganjalan antara suami-istri perlu dikomunikasikan secara terbuka. Mengungkapkan apa yang dirasakan, jauh lebih baik daripada bersikap diam namun disusupi sikap saling menafsirkan secara sepihak. Keterbukaan mengungkapkan perasaan akan banyak menunjang dalam memahami satu sama lain.

Akhirnya, sikap dan realisasi untuk saling mencintai secara realistis antara suami-istri akan banyak mengurangi kemungkinan terjadinya akumulasi problem-problem psikologis yang lebih serius pasca kelahiran sang buah hati.

H.M.E. Widiyatmadi, MPsi



Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site