Hidupkatolik.com
home / renungan

Sulit Dimengerti: Renungan Jumat, 19 April 2013

Kamis, 18 April 2013 15:19 WIB
Sulit-dimengerti.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Pekan Paskah III; Kis 9:1-20; Mzm 117; Yoh 6:52-59

Perikop Yoh 6:51-59 merupakan puncak dari dialog panjang mengenai roti hidup antara Yesus dengan para pemimpin Yahudi. Seperti sebuah puncak, makin ke atas makin ada seleksi. Pernyataan identitas Yesus menjadi penentu. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal” (ay 54).

Dalam Mzm 27:2 dan Zakh 11:9, ungkapan ‘memakan dagingnya’ adalah metafora untuk sikap memusuhi orang lain. Nada negatif juga terdapat pada ungkapan ‘meminum darah’. Berbagai tulisan Perjanjian Lama melarang ‘minum darah’ (lih Kej 9:4; Im 3:18; Ul 12:23). Satu-satunya nada positif dalam ungkapan “makan daging dan minum darah” adalah pada Ekaristi seperti pada Yoh 6:52-59. Dalam bahasa Ibrani, dan juga banyak bahasa lainnya, kombinasi ‘daging dan darah’ adalah gambaran seluruh kemanusiaan yang utuh.

Namun, nada positif ini sulit dimengerti manakala manusia masih berada pada paradigma lama, di mana hidup itu mengandalkan kekuatan diri sendiri. Pernyataan pemberian diri secara total dari Yesus mengubah paradigma lama itu. Allah telah ‘turun dan tinggal’ di antara manusia melalui Putera-Nya. Kualitas hidup manusia berada dalam relasi keillahian. Inilah yang sulit dimengerti, karena manusia selalu cenderung merasa bebas dan mandiri. Perlu proses dan latihan rohani untuk memahami Yesus.

Henricus Witdarmono



Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site