Hidupkatolik.com
home / renungan

Cerdik sekaligus Tulus: Renungan Kamis, 16 Mei 2013

Rabu, 15 Mei 2013 18:55 WIB
Cerdik-sekaligus-Tulus.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Pekan Paskah VII; Kis 22:30;23:6-11; Mzm 16; Yoh 17:20-26

Sepulang dari perjalanan misioner, Paulus ditangkap dan dimasukkan penjara, kemudian dibawa ke hadapan Sanhedrin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada kesempatan itu Paulus mesti membela diri. Di sini kita mendapatkan Paulus yang amat lihai memanfaatkan suasana untuk keuntungan dirinya. Menyadari bahwa di antara para pemuka Yahudi terdiri dari orang Saduki dan Farisi yang ajarannya bertentangan, Paulus memainkan taktik divide et impera.

Orang Farisi percaya akan kebangkitan sementara orang Saduki tak percaya. Maka, ketika Paulus mengatakan “Saudara-saudara, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharapkan kebangkitan orang mati” (ay. 6), jelas bahwa dia menarik seluruh kelompok Farisi ke pihaknya untuk melawan kelompok lainnya, terutama kelompok Saduki. Hasilnya? Kelompok Farisi lalu dengan tegas bersuara untuk Paulus, “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini!” (ay. 10). Kecerdikan Paulus akhirnya membebaskan dia.

Lalu? Yesus pernah mengatakan, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mat 10,16). Rasanya inilah karakter seorang Kristen sebagaimana dicontohkan Paulus: cerdik tetapi sekaligus tulus. Bukan hanya cerdik saja; tetapi juga bukan hanya tulus saja. Ular dan merpati mesti ada bersama.

RD Indra Sanjaya



Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site