Hidupkatolik.com
home / konsultasi iman

Masa Kecil Yesus

Selasa, 18 Juni 2013 16:25 WIB
kiman-jesus-childhood-hidup-katolik.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Mengapa kisah masa kecil Yesus hanya ada di Injil Matius dan Lukas? Apa tujuan Matius dan Lukas menceritakan masa kecil Yesus dalam kaitan dengan Kabar Gembira yang diwartakan? Mohon penjelasan.

Steven Darmawan, Denpasar

Memang agak mengherankan bahwa hanya ada dua pengarang yang menulis tentang Kisah Masa Kanak-kanak Yesus, yaitu Matius dan Lukas. Ini menunjukkan bahwa fokus utama kitab-kitab Perjanjian Baru itu bukanlah laporan sejarah pribadi Yesus tetapi pewartaan Kabar Gembira Kebangkitan Tuhan. Kisah Masa Kanak-kanak bisa dipandang sebagai kisah pendukung yang melengkapi ”kekosongan” yang ada sekaligus meneguhkan pesan utama Kabar Gembira mereka.

Kedua pengarang Injil itu menggunakan Kisah Masa Kanak-kanak Yesus untuk menunjukkan siapa Yesus sebenarnya. Baik Matius maupun Lukas sepakat dalam silsilah Yesus, bahwa Yesus melalui Yusuf adalah keturunan Daud. Status hukum Yesus dalam masyarakat ini terjadi karena Yusuf mengakui Yesus sebagai anaknya. Ini tidak mengandaikan bahwa Yusuf menjadi ayah-Nya secara fisik. Matius dan Lukas sependapat bahwa Yesus dikandung oleh Maria bukan dari benih lelaki tetapi karena naungan Roh Kudus. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Pemahaman tentang Yesus sebagai Anak Daud dan Anak Allah ini sungguh sangat menentukan untuk memahami Kabar Gembira Perjanjian Baru.

Jati diri Yesus yang demikian itu sudah diberitakan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma 1:3-4. Jati diri inilah yang juga diwartakan dalam pembaptisan Yesus oleh Yohanes.

Maka, kita bisa mengatakan bahwa jati diri Yesus yang ditemukan oleh para Rasul dalam hidup dan pelayanan-Nya, dijelaskan awal mulanya dalam Kisah Masa Kanak-kanak, yaitu dari saat pengandungan, kelahiran, dan silsilah-Nya.

Kedua penginjil juga sepakat bahwa pewartaan jati diri Yesus tidak selalu menemui sikap terbuka yang menerima, tetapi juga menemui sikap negatif yang menolak. Matius menunjukkan orang bijak dari Timur yang menerima dan menyembah Yesus, sedangkan yang menolak diwakili oleh raja dan imam-imam kepala serta para ahli kitab. Lukas menampilkan para gembala yang menyambut gembira kedatangan Yesus, juga Simeon dan Anna, yang sekaligus juga meramalkan bahwa Yesus ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda perbantahan (Luk 2:34-35). Maka, bisa dikatakan bahwa palungan Natal merupakan ”gambaran awal” dari salib Kalvari.

Pada Masa Adven di beberapa gereja, lilin yang dipasang di altar berwarna ungu, sesuai dengan warna liturgi. Apakah ini suatu keharusan?

Kristin Susilowati, Malang

Tidak ada ketentuan liturgis yang mewajibkan penggunaan warna lilin sesuai warna liturgi. Warna liturgi wajib diterapkan hanya pada warna kasula yang digunakan imam. Meskipun tidak wajib, tetapi terkadang warna liturgi juga diterapkan untuk kain penutup mimbar bacaan, lilin di altar, dan jubah misdinar. Hal ini bisa menambah keindahan dan menciptakan suasana liturgis yang sesuai. Tetapi, hal ini tidak wajib. Penggunaan lilin putih selalu baik untuk semua masa liturgi.

Ada Gereja Kristen yang menyebut diri Gereja Adven. Apa kaitan antara nama itu dengan Masa Adven dalam masa liturgi Gereja?

Andrea Tiara, Surabaya

Adven berarti kedatangan. Pengikut Adven adalah kelompok-kelompok orang Kristiani yang sudah ada sejak zaman para Rasul dan percaya bahwa kedatangan (adven) kedua Tuhan (Parousia) sudah sangat dekat. Kelompok Adven modern mulai pada awal abad ke-19 di Amerika dengan ramalan-ramalan dari William Miller (1782-1849). Melihat kemerosotan moral di mana-mana, kelompok ini percaya dunia ini jahat dan harus segera dihancurkan. Mereka meramalkan akan adanya pertempuran besar antara kebaikan dan kejahatan, yang biasa disebut Armageddon, dan percaya akan kemenangan Yesus Kristus.

Kelompok Adven terbesar adalah Gereja Adven Hari Ketujuh. Gereja Saksi Yehova juga berada dalam kelompok Adventis ini. Sedangkan Gereja Mormon, aslinya menekankan adventisme, tetapi pelan-pelan memudar.

Jadi, nama Gereja ”Adven” merujuk pada kedatangan Kristus yang kedua. Masa Adven dalam Gereja Katolik merujuk pada kedatangan Kristus yang pertama di Betlehem dulu, sekaligus memandang pada kedatangan Kristus yang kedua di akhir zaman (bdk Prefasi Adven I).

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM


Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site