Hidupkatolik.com
home / renungan

Orang Kusta: Renungan Jumat, 28 Juni 2013

Kamis, 27 Juni 2013 17:56 WIB
tajuk-st-damian-hidup-katolik.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Pw. St Ireneus dr Lyon; Kej 17:1.9-
10.15-22; Mzm 128; Mat 8:1-4

Zaman Yesus, para penderita kusta tak boleh didekati. Mereka harus dibuang dari masyarakat (lih. Im 13 dan 14). Alasannya, mereka najis, kotor, dan merusak kesucian! Tapi, Yesus justru berbuat sebaliknya, “Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamahnya, dan berkata “Aku mau, jadilah engkau tahir” (Mat 8:3). Pada banyak kisah penyembuhan, biasanya Yesus lebih dulu mengatakan: “Dosamu sudah diampuni” (mis. Mat 9:2). Namun, kepada penderita kusta, kata-kata itu tak diucapkan.

Menghadapi kusta, yang diutamakan adalah sabda: “Jadilah engkau tahir” (lih. Mk 1:40-45; Luk 5:12-15; 17:11-19). Yesus melaksanakan kuasa Allah terhadap kusta. Ia bahkan memberi kuasa itu kepada para murid-Nya (lih. Mat 10:8:11:5). Penyembuhan kusta melalui sabda menjadi tanda, bukti, dan anugerah kehadiran kasih Allah dalam kehidupan manusia. Imanu’el (Allah beserta kita) merupakan hakikat penyembuhan total kemanusiaan.

Iman Imanu’el itulah yang juga dihidupi St Damien (1840-1889), pelindung penderita kusta, saat bekerja di Pulau Molokai, Hawaii. Melalui iman itu, semangat hidup ratusan penderita kusta tetap tumbuh bergembira dalam persaudaraan dan keterbukaan terhadap kasih Allah. Iman Imanu’el memberi makna kehidupan yang baru. Imanu’el adalah bukti bahwa kekristenan adalah agama keselamatan. Ia menjadi anugerah untuk umum (Yun. katholikos), termasuk untuk penderita kusta.

Henricus Witdarmono
Henricus Witdarmono


Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site