Hidupkatolik.com
home / mimbar

Fransiskus dan Jejak Spiritual KV II

Senin, 8 Juli 2013 11:56 WIB
mimbar-pope-francis-hidup-katolik.jpg
HIDUPKATOLIK.com - Akun twitter @pontifex milik Paus Fransiskus berkicau ”My thoughts turn to all who are unemployed, often as a result of a self-centred mindset bent on profit at any cost.” Sontak kicauan bernas ini di-retweet tak kurang 8200 kali dan dijadikan kicauan favorit oleh sekitar 800 orang. Yang menarik dari Paus Fransiskus adalah sikap spontan dan kepekaannya menanggapi situasi terkini dunia.

Sahabat Sejarah
Pada 3 Juni 2013, kita kenang 50 tahun wafatnya Beato Yohanes XXIII. Dalam homili di Bergamo, Paus Fransiskus menegaskan kenangan dunia akan Paus pembaru Gereja melalui Konsili Vatikan II (KV II), sebagai gembala dan bapak. Ia menjadi gembala (pastor) karena ia seorang bapak (father). Ia dijuluki ‘Paus yang baik’ (good pope). Betapa ajaib kita menemukan seorang imam yang baik karena dipenuhi kebajikan, demikian Paus Fransiskus.

Dalam sambutan pembukaan KV II bertajuk Gaudet Mater Ecclesia, Yohanes XXIII menegaskan, konsili adalah lompatan ke depan menuju asimilasi doktrin dan pengembangan suara hati. Ini menggarisbawahi pentingnya bersahabat dengan sejarah, mengakrabi pelbagai masalah dan tantangan dunia. Diskusi soal Konstitusi Pastoral tentang Gereja Gaudium et Spes di bawah konsep “tanda-tanda zaman” menjadi wujud semangat menggebu untuk terlibat dalam dunia. Sejarawan Gereja Norman Tanner SJ (2005) mencatat dinamika ini. Mewakili 70-an uskup Asia, Uskup Agung Nanjing Cina Mgr Paul Yü Pin menuntut Konsili mengutuk komunisme-ateistik. Uskup Léopoldville Kongo Mgr Joseph-Albert Malula menuntut Gereja mengutuk rasisme. Dari aras lain, Uskup Agung Montréal Québec Kanada Kardinal Paul-Émile Léger PSS, Uskup Agung Semarang Mgr Justinus Darmajuwono, dan Uskup Saint-Jean de Québec Mgr Gérard Marie Coderre mengusung pelibatan kaum awam dan penghormatan perempuan. Uskup Luebo Kongo Mgr Joseph Ngogi Nkongolo dan Uskup Agung Abidjan Pantai Gading Mgr Bernard Yako minta perkawinan dan keluarga Katolik dibahas. Para Uskup “Gereja Kaum Papa” diwakili Uskup Agung Lima Peru Kardinal Juan Lándazuri Ricketts OFM menekankan kemiskinan akut. Uskup Beira Mozambik Mgr Sebastião Soares de Resende mengusulkan “not just a church of the poor, but also a poor church”. Uskup Auksilier Asunción Paraguay Mgr Felipe Santiago Benitez Avalos mewakili 105 Uskup Amerika Latin, menegaskan ketimpangan ekonomi, sosial, dan politik sepertiga umat Katolik dunia.

Napak Tilas
Dapat dipahami jika Gaudium et Spes berisi saripati sikap dan harapan Gereja terhadap dunia masa kini. Semangat keterlibatan kuat ini dipengaruhi kepemimpinan Yohanes XXIII, gembala dan bapak yang mengayomi dan jadi teladan. Akhirnya, buah KV II tak hanya tercatat dalam dokumen resmi, tapi berhembus ke pengalaman spiritual-personal. Usai konsili, Kardinal Léger terpanggil untuk berbagi penderitaan dengan penderita lepra di Afrika. Uskup Agung Bologna Italia Kardinal Giacomo Lercaro mereformasi keuskupannya. Uskup Agung Taranto Italia Mgr Guglielmo Motolese dan Uskup Agung Olinda e Recife Pernambuko Brazil Mgr Hélder Pessoa Câmara mengakui pertobatan konservatif ke progresif.

Paus Fransiskus paham spirit KV II ini. Tak sekadar dokumen bernas, spirit KV II ialah pembalikan spiritual-personal yang harus berdampak bagi kebaikan dunia. Ia telah teruji menitinya di bawah rezim Videla, bersikap kritis pada Teologi Pembebasan, tetap berdiri di tengah kaum miskin, dan tak segan mengkritik penyimpangan Presiden Kirchner. Kini, Fransiskus konsisten mengkritik ketidakadilan tata ekonomi-politik dan perang yang melecehkan martabat manusia, juga otokritik sikap iman yang mengagungkan adorasi tapi tuli pada derita sesama. Menilik gerak-geriknya, Fransiskus berjalan dalam rel pembaru seperti Yohanes XXIII. Layaknya mukjizat Yesus menggandakan roti, tindakan Paus akan menjadi mukjizat bagi dunia jika kita bersedia diutus sebagai murid-Nya ke dunia, di tengah kerumunan manusia, bukan menyingkir dalam gua kesunyian yang menenteramkan.

Justinus Prastowo


Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site