Hidupkatolik.com
home / renungan

Minyak yang Baik: Renungan Jumat, 30 Agustus 2013

Kamis, 29 Agustus 2013 16:23 WIB
Lentera-minyak-lampu-terang-cahaya.jpg
HIDUPKATOLIK.com Pekan Biasa XXI; 1Tes 4:1-8; Mzm 97; Mat 25:1-13

Siap siaga, itulah pesan perumpamaan pada Mat 25:1-13. Lima gadis bodoh (Yun. moros) itu ditolak masuk dalam ruang perjamuan. Mereka tidak siap seperti orang bodoh (moros) yang mendirikan rumah di atas pasir (Mat 7:26). Segalanya hancur karena tidak memiliki dasar kuat. Sebaliknya, lima gadis bijak itu seperti orang yang mendirikan rumahnya di atas batu (Mat 7:24) dan menghasilkan buah (Mat 3:8; 7:17), karena seperti seorang hamba, mereka telah melakukan tugas dari tuannya dengan setia (lih. Mat 24:45).

Mereka yang bodoh menjadi tidak berguna seperti garam yang kehilangan daya kekuatan (lih. Mat 5:13). Nasib mereka adalah dibuang, ditebang seperti pohon yang tak menghasilkan buah (lih.Mat 3:10; 7:19).

Melalui konteks, kehilangan daya serta ‘tidak berbuah’ ini, maka makna dari ‘minyak dalam buli-buli’ adalah perbuatan-perbuatan baik. Lima gadis bodoh itu tidak memiliki ‘persediaan’ perbuatan baik, karena konsentrasi mereka hanya sesaat. Mereka tidak sepenuhnya berada dalam kontak yang terus menerus dengan Sang Pengantin. Artinya, mereka tidak berada dalam relasi yang konstan dengan Allah. Inilah pesan perumpamaan itu, yaitu bahwa tanpa terkait terus-menerus dengan Allah, semua perbuatan baik akan kehilangan makna. Ia hanya menjadi basa-basi belaka. Dan itu bukan sebuah religi.

Henricus Witdarmono


Share on Facebook || Share on Twitter
Berita Lainnya
Full Site